Filosofi Orang Jawa

Menjaga kebaikan, keindahan, dan kelestarian dunia harus dimulai dari diri manusia sendiri dengan menjaga kebenaran pemikiran dan ucapan, kebaikan perilaku, keharmonisan dan keindahan tatanan pergaulan hidup, baik dengan sesama manusia, dengan alam semesta, dan terutama dengan Tuhan. Kebenaran pemikiran dan ucapan membuahkan kejujuran, dan kejujuran membuahkan kebaikan. Terdapat kepastian yang tak terelakkan bahwa barang siapa […]

“Sampurasun” Merupakan Bahasa Jawa Kuno

Dalam tulisan yang berjudul Catatan Kecil Makna Sampurasun karya Dedi Mulyadi, seorang Bupati sekaligus budayawan Sunda, menyatakan jika sampurasun berasal dari kalimat “sampurna ning ingsuh” yang memiliki makna “sempunakan diri anda”. Menurutnya kembali, kesempurnaan diri adalah tugas kemanusiaan yang meliputi penyempurnaan pandangan, penyempurnaan pendengaran, penyempurnaan penghisapan, penyempurnaan pengucapan yang semuanya bermuara pada kebeningan hati. Pancara […]

TRITANGTU FALSAFAH SUNDA

TRITANGTU (Tiga hal yang Pasti) adalah suatu Hukum yang Tilu (tiga). Hukum yang tiga ini telah dikenal ribuan tahun yang silam dan menyangkut berbagai aspek dalam kehidupan manusia, yang terdiri dari tiga kekuataan Purbatisti Purbajati Bumi Pertiwi,yaitu Uga (perilaku),Ungkara (nasehat) dan Tangara (tanda alam). Dan berfungsi sebagai pengatur kehidupan manusia dengan Sang Pencipta, Berbangsa/bernegara,bermasyarakat, dengan […]

Syekh Lemah Abang

DELAPAN “Syekh Lemah Abang namaku, Rasulullah ya aku, Muhammad ya aku, Asma Allah itu sesungguhnya diriku; ya Akulah yang menjadi Allah ta’ala.” (Wawacan Sunan Gunung Jati terbitan Emon Suryaatmana dan T.D. Sudjana, Pupuh 38 Sinom, bait 13). Ungkapan mistik Syekh Siti Jenar tersebut menunjukkan, bahwa dalam teologi manunggaling kawula-Gusti, tidak hanya terjadi proses kefanaan antara […]

Ajaran Syekh Siti Jenar

TENTANG ALLAH, TAUHID DAN MANUNGGALING KAWULA GUSTI SATU “Allah itu adalah keadaanku, kenapa kawan-kawan pada memakai penghalang? Sesungguhnya aku inilah haq Allah pun tiada wujud dua, nanti Allah sekarang Allah, tetap dzahir batin Allah, kenapa kawan-kawan masih memakai pelindung?” (Babad Tanah Sunda, Sulaeman Sulendraningrat, 1982, bagian XLIII). Ucapan spiritual Syekh Siti Jenar tersebut diucapkan pada […]