PARA ADIPATI DAN BUPATI BANYUMAS

PARA ADIPATI DAN BUPATI SEMENJAK BERDIRINYA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 1582 S/D SEKARANG   R. Djoko Kahiman, Adipati Warga Utama II (1582-1583) R. Ngabehi Merta Sura (1583-1600) R. Ngabehi Merta Sura II, Ngabehi Kalidethuk (1601 – 1620) R. Adipati Mertayuda I, Ngabehi Bawang (1620 – 1650) R. Tumenggung Mertayuda II, R.T Seda Masjid/RT. Yudanegara I (1650 […]

MENGENAL TRADISI BEGALAN

Sejarah Begalan Kata Begalan berasal dari bahasa Jawa, yang artinya perampokan. Dalam penyajiannya memang dialog sesuai legenda. Syahdan, pada saat putri bungsu Adapati Wirasaba (Kec. Bukateja Kab. Purbalingga) hendak dinikahkan dengan Adipati Banyumas, Pangeran Tirtokencono. Menurut para pakar budaya Banyumas, tradisi begalan muncul sejak pemerintahan Bupati  Banyumas ke XIV, saat itu Raden Tjokronegoro (1850). Pada […]

Ebeg Banyumasan

Ebeg merupakan bentuk kesenian tari daerah Banyumas yang menggunakan boneka kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan kepalanya diberi ijuk sebagai rambut. Tarian Ebeg di daerah Banyumas menggambarkan prajurit perang yang sedang menunggang kuda. Gerak tari yang menggambarkan kegagahan diperagakan oleh pemain Ebeg. Diperkirakan kesenian Ebeg ini sudah ada sejak zaman purba tepatnya ketika manusia […]

Sejarah Situs Kota Banyumas (07-Tamat)

1.Asal-Usul Toponim Banyumas Dari Sudut Tradisi Jawa. Tibalah saatnya kita bicarakan asal usul toponim Banyumas. Kisah petualangan Senna yang telah dikemukakan di atas, bisa memperkaya wawasan kita dan mempermudah menemukan asal muasal toponim Banyumas, bukan hanya dari sudut pandang tradisi Jawa dan Banyumas saja. Tetapi juga dari sudut pandang tradisi Sunda Galuh Kawali.  Dari manakah […]

Sejarah Situs Kota Banyumas (06)

Kunjarakunjadesya Purbasora tewas dalam pertempuran melawan kemenakannya, Rake Sanjaya. Rake Sanjaya berhasil menguasai kembali tahta Galuh warisanSenna, ayahnya yang sempat lepas. Kemudian tercapai kompromi dan perdamaian hasil musyawarah sesama keturunan Wretikandayun, yakni Sang Hyang Sampakwaja, Sang Hyang Kedul dan Rake Sanjaya. Keputusannya, tahta Galuh diperintah oleh dua orang yakni Permana Dikusuma dan Tamperan Barmawijaya. Rake […]